Thursday, 26 January 2017

Habib Rizieq Kembali Dilaporkan Polisi Atas Dugaan Percobaan Bunuh Pendeta


                                   

karena ceramah dari Imam Besar Front Pembele Islam atau FPI yaklniHabib Rizieq Shihab, seorang pendeta telah merasa bahwa kini nyawanya telah terancam. Pendeta tersebut bernama Max Evert Ibrahim Tangkudung. Dirinya akan membuat laporan di Sentra Pelayanan Kepolisian Polda Metro Jaya Semanggi, Jakarta Selatan pada hari kamis 26 Januari 2017.


Petrus Salestinus yang merupakan ketua tim Pembela Demokrasi Indonesia telah mengatakan bahwa Habib Rizieq Shihan ini sudah menyebarkan ceramah yang berisikan mengenai penghinaan dan juga ancaman terhadap pendeta. Satu diantaranya adalah ancaman akan menghabisi pemuka agama Kristen itu pada Medio 2016 lalu.
Petrus pada saat dihubungi oleh awak media pada hari Kamis 26 januari 2017 mengatakan bahwa tentu saja ancaman itu telah membuat para pendeta ini merasa takut. Terlebih lagi Habib Rizieq juga mempunyai massa yang tidak sedikit juga..
Petrus yang juga merupakan anggota dari advokasi para pendeta ini juga mengatakan bahwa massa dari Habib Rizieq yang berjumlah ribuan itu sangat mematuhi apa yang telah diperintahkan oleh Habib Rizieq. Petrus menyebutkan bahwa makanya itu yang membuat para pendeta ini merasa takut karena ancaman ini bukan hanya berupa perpesanan yang kosong belaka.

Petrus menjelaskan bahwa ucapan yang telah dikeluarkan oleh Habib Rizieq Shihab ini sama saja dengan penghinaan terhadap agama Kristen. Hal ini tentu saja akan berpotensi untuk memecah belah bangsa dan akan menimbulkan konflik antar umat beragama. Oleh sebab itu selayaknya Habib Rizieq ini diproses hukum.


Seperti yang telah diketahui sebelumnya bahwa ceramah dari Habib Rizieq Shihab yang diperkarakan oleh pelapor ini telah menyebar di media sosial dalam bentuk video. Video yang telah tersebar pada bulan Agustus 2016 yang lalu ini mengenai pernyataan dari Habib Rizieq Shihab yang telah bernada provokatif. Pernyataan yang dibuat Habib Rizieq ini terkait dengan insiden yang terjadi di Tolikara pada tahun 2015 lalu.

No comments:

Post a Comment