Thursday, 26 January 2017

Nestapa Korban Mapala UII


Berita Hari Ini diawali dengan kematian mahasiswa Universitas Islam Indonesia (UII). Perlahan tapi pasti, penyebab tewasnya mahasiswa Syait Asyam, mahasiswa UII yang meninggal usai mengikuti kegiatan pecinta alam atau Mapala di kampusnya mulai terkuak.


Selain masalah sesak napas, pihak RS Bethesda Yogyakarta juga menemukan korban mengalami patah tulang di sekujur tubuh yang menyebabkan terjadinya multiple trauma.

Namun pihak rumah sakit belum bisa memastikan apa penyebabnya. Untuk itu perlu dilakukan peyelidikan lebih dalam dengan jalan autopsi.

Kabar lainya yang tak kalah disorot di Liputan6.com, terutama di kanal Regional tentang Sulami, manusia kayu asal Sragen, Jawa Tengah.

Meski tubuhnya terbujur kaku layaknya kayu di atas tempat tidur, Sulami masih bisa melakukan kebaikan bagi orang banyak. Dia menyelipkan doa bagi para pendengar radio di daerahnya agar selalu sehat. Sulami adalah pendengar setia radio Manajemen Hati (MH FM) di Sragen.
Berikut berita terpopuler dalam Top 3 Berita Hari Ini

1. Parahnya Kondisi Mahasiswa Korban Diksar Mapala UII Saat Masuk RS



Pihak UII Yogyakarta terus memantau perkembangan para mahasiswa peserta Diksar The Great Camping (GC) yang digelar Mahasiswa Pecinta Alam (Mapala) UII di Gunung Lawu Lereng Selatan, Tawangmangu, Jawa Tengah, 13-20 Januari2017 lalu.

Rektor UII Harsoyo mengatakan, total 37 mahasiswa yang mengikuti acara tersebut. Akibat kejadian itu, tiga orang meninggal, sedangkan lima lainnya dirawat di Rumah Sakit JIH, Yogyakarta.
Sebelumnya, Syait Asyam, mahasiswa Universitas Islam Indonesia (UII) meninggal usai mengikuti Diksar The Great Camping Mapala UII. Korban masuk ke IGD diantar oleh temannya pada Sabtu pagi, 21 Januari 2017, sekitar pukul 05.46 WIB. Saat itu, kondisi Asyam sudah sesak napas dan sulit berkomunikasi.



"Hasil pemeriksaan ada ditemukan patah tulang di kedua kaki, tangan, pantat dan punggung," kata Kepala Bagian Humas Marketing RS Bethesda Nur Sukawati di RS Bathesda Yogyakarta, Selasa, 24 Januari 2017.

No comments:

Post a Comment